Kunjungi Kota Santri, Anggota Pansus V DPRD Provinsi Banten Timba Ilmu Terkait Pesantren Ke Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif

Sebanyak 11 anggota panitia khusus (PANSUS) V DPRD Provinsi Banten mengunjungi kota santri (Jum’at, 09 April 2021). Anggota PANSUS V DPRD Banten mengunjungi kota santri lebih tepatnya di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif (PPMM) Denanyar Jombang dengan tujuan mendapatkan informasi terkait fasilitas pondok pesantren dan menerima saran masukan dari jajaran pengasuh serta pengurus Yayasan Mamba’ul Ma’arif (YAMAM) Denanyar Jombang.

Kunjungan PANSUS V DPRD Provinsi Banten diterima oleh PPMM di gedung hall terpadu MAN 4 Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang pukul 09.30 Wib s/d 11.00 Wib dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Kunjungan dihadiri oleh segenap jajaran Pengasuh PPMM, Pengurus YAMAM dan pimpinan lembaga dibawah naungan YAMAM.

Bapak H. Agus Supriyatna, SH., MH., M.Si menyampaikan sambutan “Kami melakukan kunjungan ke PPMM  pertama bermaksud untuk silaturrohim, kedua bermaksud untuk belajar dari pesantren yang terkenal di Indonesia, yaitu ada di Jombang. Oleh karena itu kami mengunjungi PPMM untuk belajar dan meminta nasehat terkait fasilitas Pondok Pesantren ke Pondok Pesantren ini”.

Dilanjutkan oleh Ketua majelis pengasuh PPMM “KH. Abdussalam Shohib” dalam sesi dialog memaparkan berbagai informasi terkait fasilitas Pondok Pesantren. Salah satunya program pemerintah Provinsi Jawa Timur tentang bantuan operasional daerah untuk lembaga madrasah diniyyah (BOSDA-MADIN) sudah berjalan di provinsi jawa timur. Dalam hal ini pemerintah mampu membaca pendidikan di pesantren, dimana pendidikan pesantren merupakan penyedia pendidikan yang sudah dilakukan sebelum Indonesia merdeka, dan sangat wajar jika pemerintah mendukung dan perhatian pemerintah terhadap pendidikan di lingkungan pesantren. Disamping fasilitas pesantren, pendidikan pesantren merupakan pendidikan yang sangat baik dan saat ini banyak ditiru oleh kelompok intoleran dan mereka mengatasnamakan pesantren. Hal ini penting untuk kita tetap waspada dan juga tidak boleh lengah sebagai pemerintah akan hal tersebut.

Selain hal diatas, hubungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pondok Pesantren sangat baik. Dimana Provinsi Jawa Timur mengadakan program One Pesantren One Product (OPOP) tambah Sekretaris YAMAM “Nyai Hj. Ummi Salamah Aziz” dimana program tersebut dimulai dari pemerintah periode saat ini dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis Pondok Pesantren melalui pemberdayaan santri.

Setelah mendapatkan informasi, nasehat dari Jajaran pengasuh PPMM, pengurus YAMAM Denanyar Jombang. Hasil dari kunjungan tersebut akan menjadi salah satu bahan tambahan PANSUS V DPRD Provinsi Banten terkait fasilitas Pondok Pesantren di Provinsi Banten.

(Syamsudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *